Oleh: sannyvesazix7v | Desember 4, 2009

PISANG”cau”

Pisang termasuk buah yang padat nutrisi dan energi. Teksturnya yang lembut
membuat pisang sering dijadikan buah pilihan untuk makanan bayi. Bagi
anak-anak, pisang juga bisa menjadi bekal sehat ke sekolah.

Di banyak negara maju, pisang kerap menjadi bekal makanan anak-anak ke
sekolah. Mereka juga memasukkan potongan pisang ke dalam sereal dan susu
saat sarapan. Pisang menyediakan cukup energi bagi anak-anak untuk siap
mengikuti pelajaran di sekolah.

Dr. Ir. Sobir, dari Pusat Kajian Buah-buahan Tropika IPB, menjelaskan sebuah
penelitian tentang pisang yang dilakukan terhadap 200 pelajar di sekolah
Twickehnham, di middlesex, Inggris. Kepada mereka diberikan makanan tambahan
berupa pisang saat sarapan, istirahat, dan makan siang. Penelitian dilakukan
menjelang waktu ujian.
<span >
Hasilnya, dikatakan Dr. Sobir, konsumsi pisang tersebut membantu proses
belajar mereka. Kalium yang terdapat pada pisang inilah yang berperan
meningkatkan konsentrasi belajar anak.

Selain itu, kandungan vitamin B pada pisang yang cukup tinggi juga mampu
mempertahankan aktivitas kerja sistem syaraf. Hal inilah yang mendorong
pelajar bisa berkonsentrasi lebih lama.

Dalam satu buah pisang memang terkandung banyak zat gizi. “Kandungan vitamin
dan mineralnya lebih unggul dibandingkan buah dan sayuran lain, terutama
untuk vitamin B6 (piridoksin) , C, kalium, serat, dan mangan,” katanya.

Jika dibandingkan dengan apel, pisang mengandung 4 kali lebih banyak
protein, dua kali lebih banyak karbohidrat, tiga kali lebih banyak fosfor,
lima kali lebih banyak vitamin A dan zat besi, serta dua kali lebih banyak
vitamin dan mineral lainnya.

Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari satu buah pisang. Selain sangat
bermanfaat dalam mencegah stres, pisang juga meningkatkan daya pikir,
mengobati radang cerna, serta menyehatkan mata.

Pilih Rajabulu

Pisang juga dikenal sebagai buah yang tinggi kandungan potasium (kalium)
serta magnesium. Kandungan kedua minerak ini sangat berguna, terutama bagi
sistem kardiovaskular serta kesehatan otot dan syaraf.

Kandungan piridoksin yang tinggi, flavonoid serta alkaloid yang terdapat
pada pisang, terutama pisang rajabulu, diduga memiliki aktivitas
antidiabetes. Itu sebabnya, berikan pisang rajabulu kepada anak yang
menderita diabetes.

Penelitian yang dilakukan PKBT-IPB bersama dengan Puslitbang Gizi Depkes
menunjukkan bahwa pisang rajabulu memiliki indeks glikemik 54 persen
dibandingkan dengan gula standar, sehingga dapat dikonsumsi diabetesi.

Pisang juga berguna bagi mereka yang mengalami stres dan kelelahan karena
mengandung sorotonin. Menurut Dr. Sobir, kadar sorotonin pada pisang cukup
tinggi, yaitu sekitar 31,4 ng/g. Begitu juga kandungan kaliumnya.
Pembentukan sorotonin ini dirangsang oleh triptofan yang ada pada pisang.

Serotonin merupakan senyawa yang membuat perasaan rileks, tenang, menambah
mood atau suasana hati, serta membuat perasaan lebih bahagia, sehingga stres
maupun kelelahan bisa terusir. Itu sebabnya anak yang lelah atau stres
setelah belajar di sekolah bisa diberi pisang.

Orangtua bisa mengolah pisang menjadi banana milkshake atau susu pisang
kocok, sate pisang yang mudah dibuat dan penampilannya menggugah selera
anak, atau pisang goreng penyet ditabur mesis.

Pisang juga bisa diberikan bila anak sulit tidur di malam hari. Memberikan
pisang dengan susu, yang sama-sama mengandung triptofan, akan membuat anak
lebih tenang, sehingga mereka bisa segera tidur lelap.

Sembuhkan Tukak Lambung

Bagi anak yang mengalami gangguan pencernaan, pisang juga bisa dimanfaatkan.
Beberapa penelitian, seperti dijelaskan Dr. Sobir, menemukan bahwa pisang
dapat menyembuhkan luka pada sistem pencernaan.

Penelitian atas efek antipektin pada hewan percobaan yang diberi perlakuan
ekstrak pisang varietas Palo dan Horn, mampu menyembuhkan luka sebesar 70
dan 88 persen dibandingkan tanpa perlakuan.

Pisang pun dianjurkan untuk dikonsumsi anak yang bermasalah dengan sistem
pencernaan karena tekstur daging buahnya yang halus dan lunak. “Pisang dapat
dimakan tanpa menambah kerja sistem pencernaan. Latek yang terdapat pada
pisang juga dapat mencegah iritasi dengan melapisi dinding lambung dan
usus,” tambah Dr. Sobir.

Bagi anak yang mengalami anemia, pisang merupakan makanan yang baik. Ini
karena pisang kaya akan zat besi yang dapat merangsang pembentukan sel darah
merah. Tambahan lagi, dengan mengonsumsi pisang, anak tidak akan sembelit,
seperti yang terjadi bila diberi suplemen zat besi.

Nah, cobalah memperkaya buah pisang dalam menu harian anak-anak. Selain
mudah didapat, pisang juga relatif murah, tetapi tidak murahan.

‘Kan jelas-jelas padat gizi!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: