Oleh: sannyvesazix7v | Desember 4, 2009

Lidah Buaya

Kali ini saya kembali menampilkan artikel manfaat-manfaat tumbuhan yang banyak tumbuh disekitar kita. Tanaman kali ini adalah Lidah buaya. Ya, siapa sih orang Indonesia yang tak pernah melihat tanaman unik yang satu ini. Orang jawa menyebutnya ilat baya, di Tanah Sunda ia dikenal dengan nama letah buaya, serta orang melayu menyebutnya dengan nama lidah buaya. Jika kita mencoba memakannya langsung, maka lidah kita akan merasakan pahit yang kuat namun ada sensasi dingin disana.

Biasanya, tanaman ini juga ditanam dipekarangan rumah sebagai tanaman hias. Wajar saja, selain karena bentuknya yang unik, cara pemeliharaannya pun sangat mudah. Cukup disiram air secukupnya, dijaga kelembapan tanahnya dan dipupuk dengan pupuk organik.

Efek farmakologis lidah buaya diantaranya adalah pencahar, memperbaiki pangkreas, anti-inflamasi, dan parasiticide. Lidah buaya juga berkhasiat untuk mengobati sembelit, pusing, sakit kepala, batuk rejan, kurang gizi, kejang pada anak, kencing manis, wasir, muntah darah, menyuburkan rambut dan meluruhkan haid. Akar, daun dan bunga Lidah buaya ini dapat mengobati penyakit-penyakit berikut. (Wanita hamil atau sedang haid , penderita gangguan system pencernaan dan diare, serta penderita gangguan ginjal dilarang minum ramuan ini).

1. Sembelit

Cuci bersih setengah lembar lidah buaya, buang durinya, lalu bagian dagingnya dicincang. Tambahkan setengah gelas air panas dan satu sendok makan madu, aduk lalu saring. Makan campuran tersebut dua kali sehari dengan dosis yang sama saat masih hangat.

2. Luka dalam dan luka lebam

Rebus 10-15 g bunga lidah buaya kering dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 ½ gelas. Saring air rebusannya, lalu minum tiga kali sehari masing-masing 1 ½ gelas.

3. Batuk Rejan

Rebus 15-18 cm daun lidah buaya yang telah dibuang kulit dan durinya dan gula, lalu minum air rebusannya.

4. Luka bakar

Cuci bersih daun lidah buaya, buang pangkal daunnya. Lalu buka kulit daunnya. Oleskan bagian daun yang berlendir pada luka sampai lendirnya menutupi seluruh bagian luka. Ulangi pengolesan setiap lendir terlihat mongering atau ½ jam sekali. Lakukan pengobatan kontinyu sampai peradangan karena panas pada kulit menghilang. Pengobatan dengan lender lidah buaya ini lebih efektif daripada obat buatan.

5. Kencing Manis

Cuci bersih 1 lembar lidah buaya dan buang durinya. Potong-potong bagian daging daun, lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 ½ gelas. Minum air rebusan tiga kali masing-masing ½ gelas.

6. Wasir

Cuci bersih ½ lembar lidah buaya yang sudah dibuang durinya, lalu parut. Tambahkan ½ gelas air matang dan 2 sendok makan madu, aduk, saring airnya, lalu minum 3 kali sehari

Sehelai Daun


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: